Senin, 30 Mei 2016

PROFIL UNIT KEGIATAN MAHASISWA ISLAM (UKMI) BAHRUL ULUM UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI (UMRAH)




SEJARAH UKMI BU UMRAH
Pada tanggal 2 Januari 2010 terbentuk sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa bernama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UMRAH dengan ketua pertamanya adalah Erpa Mardiana (IKL 2009). Setelah LDK UMRAH ini terbentuk dan melaksanakan beberapa kegiatan, pada akhir tahun 2011 organisasi ini vakum. Hal ini disebabkan karena pengurus dan anggota yang semakin berkurang serta tidak aktif.
Saat kevakuman LDK UMRAH tersebut, mulai bermunculan lembaga dakwah fakultas di beberapa fakultas di UMRAH. Ada 4 lembaga dakwah fakultas yang terbentuk dalam kurun waktu 2011-2013, yaitu Forum Silaturrahim Mahasiswa Islam Safinatul ‘Ulum (FOSMI SU) FIKP UMRAH, Forum Studi Mahasiswa Islam Al Kautsar (FSMI Al Kautsar) FE UMRAH, Forum Studi Islam Robbul Izzah (FSIRI) FISIP UMRAH dan Forum Silaturrahim Aktivis Dakwah Tuhfat An Nafis (FORSAD Tuhfat An Nafis) FKIP UMRAH.
Pembentukan LDF-LDF ini dimotori oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi muslim yang telah tergabung dalam kelompok pengajian pekanan/ usroh/ mentoring dan merupakan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Untuk FOSMI SU di motori oleh Khoirul Anam (IKL 2011) dan Ari Akbar (IKL 2011) bersama beberapa mahasiswa dan mahasiswi islam angkatan tahun 2011. Untuk FSMI Al Kautsar dimotori oleh Dedi Alhamdanis (AKT 2010), M.Hatta (AKT 10), Abdul Muthalib (AKT 2010), Novica Indriyati (AKT 2009), Dwi Rahayu (AKT 2009), Zulfahriani (AKT 2009), Masyitah (AKT 2009), dan Larasati Sunarto (AKT 2010). Untuk FSIRI dimotori oleh Wira Riko Sandi (IP 2010), Sigit Sepriandi (IP 2011), Heriani (IP 2010) dan Fatmawati (IAN 2010). Sedangkan untuk FORSAD Tuhfat An Nafis dimotori oleh Muhammad Yusuf (PBSI 2009) dan Yulia Ningsih (PBSI 2012).
Pada  15-18 Juli 2012, Khoirul Anam (IKL 2011), M. Yusuf (PBSI 2009), Abdul Muthalib (AKT 2010), Sigit Sepriandi (IP 2011), bersama delegasi dari LDK se Kepulauan Riau berangkat ke Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengikuti International Muslim Student Summit 2012 (IMSS 2012) dan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional ke 16 (FSLDKN XVI) yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia.Bertemu dengan aktivis dakwah kampus (ADK) se Indonesia membuat ghiroh dalam berdakwah semakin membara.
Setelah kembali ke Tanjungpinang, dimotori oleh M. Yusuf (PBSI 2009) muncul wacana untuk kembali mengaktifkan LDK UMRAH. Wacana ini muncul dengan tujuan untuk meluaskan lagi syi’ar islam di kampus UMRAH. Setelah berdiskusi dengan ketua LDK UMRAH dan beberapa pengurus LDK UMRAH yang masih memiliki semangat serta  melalui diskusi panjang mengenai kesiapan LDF tentang pengaktifan kembali LDK UMRAH, mengingat LDF-LDF masih berusia sangat muda.
Akhirnya, pada 10 Maret 2013 dilaksanakan musyawarah besar LDK UMRAH di Ruangan Rapat Rektorat UMRAH (Saat itu rektorat UMRAH masih di Kampus Senggarang, saat ini tempat tersebut sudah menjadi perpustakaan universitas). Musyawarah ini dipimpin oleh M.Yusuf, Sigit Sepriandi dan Khoirul Anam. Melalui musyawarah besar yang dihadiri oleh pengurus LDK UMRAH, utusan dari masing-masing LDF, perwakilan beberapa LDK di Tanjungpinang serta Ketua Pusat Komunikasi Daerah FSLDK Kepulauan Riau (PUSKOMDA FSLDK KEPRI) saat itu, yaitu Akh. Ramli Muasmara, tercapailah kesepakatan untuk mengganti nama LDK UMRAH dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Bahrul ‘Ulum UMRAH. Penggantian nama ini juga diikuti dengan penggantian lambang organisasi, dari lambang yang lama(LDK UMRAH) dengan lambang baru yang dipakai hingga saat ini. Selain itu, syuro ini juga menetapkan Khoirul Anam (IKL 2011) sebagai Ketua Umum UKMI BU yang pertama dan juga tim formatur yang terdiri dari 5 orang yaitu, Khoirul Anam (IKL 2011), M. Yusuf (PBSI 2009), Sigit Sepriandi (IP 2011), Novica Indriaty (AKT 2009) dan Larasati Sunarto (AKT 2010). Melalui tim formatur ini, terbentuklah kepengurusan UKMI Bahrul ‘Ulum UMRAH periode 2013-2014.
Pada Musyawarah Besar II, Khoirul Anam (IKL 2011) kembali terpilih untuk kedua kalinya sebagai ketua UKMI Bahrul ‘Ulum UMRAH periode 2014-2015. Sedangkan pada Musyawarah Besar III, terpilihlah Andrian (PBSI 2013) sebagai ketua UKMI Bahrul ‘Ulum 2015-2016 menggantikan Khoirul Anam.


 Logo dan Makna UKMI BU


   Lambang UKMI BU memiliki makna sebagai berikut:
1.      Berbentuk lingkaran yang memiliki makna melingkupi lembaga dakwah yang berada di UMRAH
2.      Kubah masjid, menunjukkan bahwa UKMI BU menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan.
3.       Pena dan Buku, menunjukkan bahwa UKMI BU merupakan organisasi yang mengembangkan budaya akademis.
4.      Gelombang, menunjukkan bahwa UKMI BU merupakan organisasi yang terletak di daerah kepulauan. Selain itu gelombang juga menunjukkan bahwa dalam mencapai tujuan akan ada berbagai dinamika yang menghadang.
5.       Perahu layar berwarna kuning, merupkan bagian dari lambang perguruan tinggi dimana UKMI BU berada yaitu di UMRAH.
6.      Tulisan UKMI menunjukkan nama lembaga
7.      Tulisan Bahrul ‘Ulum dalam bahasa arab, merupakan nama masjid kampus UMRAH
8.      Tulisan Sederas Ombak Seluas Samudera, merupakan tagline UKMI BU.
9.      Lambang UKMI BU mempunyai kombinasi warna yang terdiri atas
·        Biru melambangkan, kesejukan dakwah selain itu biru juga melambangkan bahwa UKMI BU terletak di kampus dengan karakter maritim yang kental.
·         Hitam melambangkan, kesetiaan dan keistiqomahan terhadap dakwah islam.
·         Putih melambangkan kesucian, kebenaran dan kesempurnaan ajaran Islam.


Visi
Visi UKMI Bahrul ‘Ulum UMRAH adalah membentuk dan menjadikan civitas akademika Univertas Maritim Raja Ali Haji, sebagai generasi rabbani yang memiliki akidah islam yang kokoh demi terwujudnya lingkungan kampus yang madani.
Misi
1.      Membina ketakwaan, keimanan, dan akhlak mahasiswa muslim atau civitas akademika UMRAH dengan cara-cara yang sesuai dengan Al- quran dan sunah Rasulullah SAW.
2.      Menggali, mengembangkan,dan memantapkan segmen potensi kemahasiswaan,baik potensi akal, keilmuan, dan budaya yang bersifat kreatif dan aplikatif.
3.      Mengembangkan kerjasama, komunikasi, dan persaudaraan sesama mahasiswa muslim khususnya dan seluruh civitas akademika UMRAH umumnya, baik perorangan maupun lembaga.
4.      Berperan aktif dalam mengembangkan kegiatan dan peningkatan kualitas sumber daya menusia dengan misi membawa kebaikan, menebar manfaat dan mencegah kemungkaran.
Moto
Dekat dan Bersahabat, Sederas Ombak Seluas Samudra
Tujuan UKMI BU UMRAH adalah :
1.    Membentuk pribadi muslim yang kaffah.
2.    Mewujudkan lingkungan yang islami di Universitas Maritim Raja Ali Haji pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Program Kerja
1.      Seketaris Umum
-          Rapat rutin BPH & PH
-          Perapian segala bentuk administrasi
2.      Bendahara
-          Magernal (Making a general journal)
-          Evaluasi laporan keuangan
-          Forum temu ramah bendahara
-          RABK (Rencana Anggaran Besar Kepengurusan) UKMI Bahrul Ulum
-          Iuran pengurus rutin
-          Database Isolatur (Infaq shadaqah alumni dan donatur)
3.      Kaderisasi
-          Kantin (Kajian rutin)
-          Night day ADK (Mabit)
-          Jalasah ruhiyah
-          Evaluasi kinerja pengurus
-          Training Dakwah Organisasi
-          Tafakur alam
-          Training kader
3.1 Badan Koordinasi Mentoring
ü Data base kader
ü Asistensi Mentoring
ü Multaqo pementor
ü Buku pegangan pementor
3.2 Badan Rumah Tangga dan Kekeluargaan
ü  Rihlah akbar ADK se- UMRAH
ü  SILTOK ke pembina LDF se- UMRAH
ü  Jaulah UKMI
ü  Turnament futsal anatar LDF se- UMRAH
ü  FORSIKAD
4.      Syiar dan Dakwah
-          Foto with Quote
-          Silaturahmi syiar LDF
-          UKMI menjawab
-          Video dakwah
-          Cerpen dakwah
-          Berbagi takjil di jalan
-          Buku perjalanan
-          Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB)
5.      An- Nisa
-          Kamus (Kajian Muslimah)
-          Muslimah peduli
-          Hari Kartini
-          Dapur muslimah
-          Forum Diskusi An- nisa
-          Warta Muslimah
-          Peringatan hari ibu
-          International hijab day solidarity
6.      Ekonomi dan Keprofesian
-          Pelatihan pengembangan kewirausahawan mahasiswa berdasarkan syariah islam
-          UKMI Expo
-          BU Katering
7.      Biro Kemakmuran Masjid
-          Pengadan piket masjid Bahrul Ulum UMRAH
-          Memusatkan setiap kegiatan besar di masjid
-          Melakukan pendataan aset masjid
-          Infaq keliling
-          Pelaksanaan ibadah qurban
-          Pendataan infak masjid
















Minggu, 22 Mei 2016

Dakwah, I'm in Love!



Ketika mengenalmu, hati ini selalu berkata, “ Sudah siapkah Aku? Sudah pantaskah

Aku???”. Akhirnya Ku mengerti sejak mentarbiyahkan diri, dan menghijrahkan diri.

Awalnya Ku mengira, dakwah itu hanyalah tugas bagi seorang Da`i saja. Awalnya Ku

mengira, untuk apa Aku menyampaikan dakwah, untuk apa Aku menyampaikan dakwah jika

Aku saja belum berakhlak baik. Dakwah... satu kata yang tak pernah terlintas di hatiku
sebelumnya, mendengarnya saja Aku seperti hal yang tabu. Dan awalnya Aku mengira,

wanita- wanita yang berhijab itu pasti sudah sempurna akhlaknya, pengetahuannya tentang

Islam sudah sempurna juga. Tetapi, kenyataannya banyak wanita yang berhijab sedangkan

akhlaknya saja masih tidak baik. Semenjak itu pun Aku baru mengerti, bahwa menutup aurat

adalah Kewajiban bagi setiap muslimah, bukan karena sudah sempurna akhlaknya maupun

pengetahuannya tentang Islam. Dari itulah Aku mengerti semuanya. Aku pun semenjak SD

sudah berhijab, tetapi Aku pun tak mengerti apa dasarnya Aku berhijab, hanya sekedar

memakai tanpa mengerti.











Zidny Hasanah

Selasa, 17 Mei 2016

DAKWAH SEBAGI BENTUK PENGEKSPRESIAN CINTA KEPADA ALLAH SWT dan RASULULLAH SAW


DAKWAH SEBAGI BENTUK PENGEKSPRESIAN CINTA    KEPADA ALLAH SWT  dan RASULULLAH SAW
oleh: Rizqi Nur Istia
Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim
Bersyukur dan bersyukur tiada henti yang ku ucapkan kepada ALLAH SWT, karna sudah menuntun hatiku untuk berada di jalan dakwah melalui aktivis dakwah kampus. Sungguh bukan hal yang kebetulan melainkan sudah diatur dan ditetapkan oleh ALLAH SWT. Keberadaanku saat ini di jalan dakwah bukanlah tanpa alasan. Semua ini berlandaskan cinta. Cinta bisa dalam berbagai hal, bisa cinta kepada orang tua, sahabat, kerabat, dan seluruh makhluk hidup di bumi ini ataupun cinta terhadap lawan jenis. Semua ini fitrah dari ALLAH SWT. Kembali lagi ke kita bagaimana membawa rasa cinta itu, ke jalan yang benar atau salah , ke yang halal atau yang haram. Namun cinta yang paling utama adalah cinta kepada Allah swt dan Rasulullah saw.
Begitu juga dengan dakwah , keberadaanku saat ini sebagai bentuk pengekspresian rasa cintaku kepada Allah swt dan Rasulullah saw. Sebagaimana di zaman dahulu dakwah sudah di lakukan sejak manusia pertama kali di ciptakan dan diturunkan kedunia. Dari zaman nabi Adam as sampai zaman nabi Muhammad saw. Pesan dakwah hanya satu ; laa ilaaha illaallah       ( tiada tuhan selain Allah swt). Sehingga dakeah itu intinya adalah memberantas kemusyrikan yang kerap kali di lakukan manusia. Dalam pengertiannya, dakwah adalah ajakan untuk senantiasa mentaati perintah Allah swt dengan cara mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Namun ketika kita memilih dakwah dan komitmen untuk tetap hidup bersamanya, tidaklah mudah. Akan banyak godaan, rintangan, tantangan , penolakan dari berbagai pihak baik secara kasar maupun halus , ejekan, hinaan, dll. Sehingga butuh kesabaran, ketakwaan dan istiqomah dalam menjalaninya. Maka tetaplah melangkah walau hati mulai goyah, tetaplah berjalan walau tapak mulai lelah atau tetaplah melangkah walau mungkin hati mulai kecewa. Dan ingatlah firman Allah swt dalam (QS. Muhammad : 7) : “ Hai orang orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”
Hidup yang mulia adalah hidup yang bermanfaat bagi agama, bagi umat yang insyaallah sebagai syafaat di hari kelak. Oleh karena itu, ketika kita telah komitmen untuk hidup bersamanya, maka dakwahlah yang mengajarkan kita arti sebuah cinta. Cinta yang meminta segala yang kita punya. Belajar untuk menerima walaupun mungkin tak sejalan dengan hati. Maka katakana lah “Aku Cinta Dakwah”
ALLAHU AKBAR.
Jazakillah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Minggu, 01 Mei 2016

CINTA HATI DALAM DAKWAH

CINTA HATI DALAM DAKWAH
Shela Novayanti Wulan
LDF Fosmi Safinatul Ulum
Pada hakekatnya cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah SWT, maka ia akan menjadi ibadah maka sebaliknya, jika cinta itu tidak sesuai dengan ridha Allah SWT maka akan menjadi perbuatan maksiat.  Jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Dakwah adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang bersifat mengajak atau menyeru kepada orang lain untuk mengamalkan ajaran islam. Merupakan usaha peningkatan pemahaman keagamaan yang mengubah pandangan hidup, sikap batin dan perilaku ummat yang tidak sesuai dengan syari'at islam menjadi sesuai dengan syari'at islam untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
Cinta dalam dakwah berarti menggerakkan sepenuh hati dilakukan dalam perbuatan untuk berdakwah. “Dakwah adalah cinta dan cinta akan meminta segalanya darimu”.  Ungkapan tersebut sering terdengar oleh antum dan antunna sekalian.
“Dan ketahuilah olehmu bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah, kalau dia menuruti kemauan kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapat kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus”. (QS. 49:7)
Berdasarkan arti ayat diatas, jelas bahwa penanaman cinta kepada keimanan di hati kaum mukmin. Cinta dalam dakwah akan terus ada di setiap hati mukmin. Oleh karenanya, dalam menyampaikan dakwah dipenuhi rasa cinta hingga tak akan dapat terkikis oleh apapun.



CINTA DAN DAKWAH
Dalam cinta dan dakwah…
Ku meniti jalan yang lurus tanpa berhenti
Tertatap dalam kalbu langit
Damainya laut
Hijau pepohonan
Sejuk di raga
Tulus di hati
Termangu dalam sujud
Mengaharap kasih dan ridho-Nya

Belokan, persimpangan dan guncangan
di haluan
Jauhnya perjalanan
Ku meniti tujuan
Satu demi satu demi Satu
Mobil ini kan terus berjalan
Bersama gelora asa yang takkan pernah diam
Hingga aku datang pada-Mu
bersama bekal ini

Salam Dunia-Akhirat


Selasa, 26 April 2016

Waktu? Makhluk apa ini?


sember: googleimage

Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. (QS Al Ashr)

Yaks! Seperti judul di atas. Waktu? Makhluk apa ini.
Aku yakin dan percaya, tak ada seorangpun yang mampu menggambarkan apa itu waktu. Kenapa keberadannya sangat menentukan? Mari kita ulik bersama.

Semua dari kita mendapat jatah waktu yang sama dari Sang Cipta, bertotal 24 jam. Tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. Baik si kaya maupun si miskin. Si rajin maupun si malas. Siapapun.  Semuanya secara adil mendapatkan jatah 24 jam. Lalu, kenapa ada yang merasa waktunya kurang? Di sisi lain ada yang berfoya-foya atas waktu yang dianggapnya berlebih tadi. Ini soal koordinasi, pengaturan, dan pemanfaatan. Kalam illahi di atas sudah sangat jelas. Merugilah kita, kita yang tak beriman dan tak mengerjakan amal soleh juga mengingatkan atas kebaikan dan kesabaran. Merugilah kita yang tidak bisa memanfaatkan waktu yang kita miliki.
Sudah pernah denger kan, ya? Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Orang yang rugi adalah orang yang hari ininya sama dengan hari kemarin. Dan celakalah, mereka yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Na’udzubillaah.
Memang sih, udah kodratnya bahwa iman itu selalu mengalami fluktuasi. Tapi disinilah akal kita harus bekerja aktif. Jangan sampai kita merugi apalagi celaka atas yang kita lakukan hari ini. Kalaupun terpaksa, baiklah kita merugi daripada celaka. Tapi tetep aja kalau untung itu yang paling nyenengin, ngebahagiain, titik.
Dari 24 jam yang kita miliki tadi, kita harus bisa sebegimana mungkin untuk tetap adil. Bagilah waktu yang kita miliki sesuai porsinya, kebutuhannya, keperluannya. Jangan biarkan waktumu tebuang sia-sia walau sedetik. Karna apa? Karna tidak ada tabungan waktu luang yang berbunga iphone6. Yang ada ia akan mengganggu hidupmu. Terus mengejarmu bahkan sampai di alam mimpi.
Aku tak ingin mengajari cara membagi waktu itu. Tak ingin membagikan tips memporsikan waktu yang baik. Karna  ini juga masih dalam proses menuju ke situ. Yang kali ini hanya ingin membahas, siapa sih waktu? Kadang manusia termasuk aku suka lalai akan waktu. Sekan-akan aku akan diberi waktu tambahan untuk bertaubat. Kadang juga suka mengisi waktu dengan hal yang tidak bermanfaat dengan alibi kebahagiaan. Lagi-lagi waktu ini menjadi masalah yang krusial dan belum bisa dipecahkan.
Sebenernya aku juga tidak tau apa itu waktu, siapa dia, bagaimana silsilah keluarganya. Maklum, ia tak bisa kutanya dengan gamblang. Aku hanya tau bahwa dia ikut hidup bersamaku. Ia perlahan berkurang seiring bertambahnya kegiatan yang aku lakukan selagi aku bernapas. Ia paling setia menemani kala apapun dimanapun dan bagaimanapun kondisinya. Ia akan bena-benar pergi saat aku dipanggil sang pencipta nanti.
Sesekali kita khilaf. Mengutuk waktu yang terus berlari maju sedangkan kita masih diam di tempat. Mengkambing hitamkan waktu saat hal yang tak diinginkan terjadi. Dan sedikit sekali yang mensyukuri waktu itu saat kebahagiaan itu hadir. Kalaukan saja waktu itu dapat bicara, mungkin ia telah berkata sejak lama, “salahin adek, bang. Salahin aja adek terus. Adek selalu salah”. Ahahahaha
Beginilah esensi waktu. Tiap detiknya bagai butiran berlian yang terkikis oleh deruan ombak. Masih saja kita menganggap waktu ini hanya selentingan. Padahal hidup abadi nanti akan bicara dengan waktu. Apa yang telah aku lakukan dengan waktuku yang singkat ini. Sudahkah aku bekerjasama dengannya untuk keabadianku nanti? Atau aku membiarkan waktu berjalan sendirian sedangkan kami hidup bersamaan.
Lagi, tak ada seorangpun yang ingin rugi, termasuk aku. Sesekali aku berfikir dan berusaha. Apa yang bisa aku lakukan agar waktu itu menjadi sebuah keuntungan. Keuntungan yang double bonus, dunia dan akhirat. Tapi pada kenyataannya? Aku lebih sering rugi ketimbang untung. Kalau ini sebuah perusahaan yang lagi ngisi kajian SWOT, mungkin perusahaan ini sudah tak layak lagi. Untunglah, Sang Pemilik Maha Penyayang dan selalu memberi kesempatan agar aku tidak terus menerus merugi.
Lalu, pertanyaan awal tadi belum terjawab. Hahaha maafin deh yaa. Sebenernya aku juga gatau apa jawabannya :” tapi kalau menurutku, waktu itu adalah makhluk invisible yang sering terabaikan tapi tak pernah mengabaikan. Dia yang terlupakan tapi tak pernah melupakan. Dia yang sering disalahkan tanpa pernah menyalahkan. Dia hanya diam dan terus berjalan hingga Pemilik memerintahkannya untuk pergi meninggalkan kita sendirian. Bertemanlah dengannya dan sayangilah Ia.
Waktumu adalah hidupmu. Gunakan ia sebaik-baik yang bisa dilakukan. Jangan biarkan sedetikpun terbuang tanpa kau tau apa manfaatnya. Jangan jadi yang merugi apalagi celaka. Balik modal aja ga cukup buat tabungan akhirat. Jangan sampai punya hutang pada Pemilik saat kita sudah diberhentikan. Mau minta apalagi? Tambahan waktu? Atau menyalahkan waktu? Makan eskrim aja deh biar bahagia. Eh itupun kalau masih punya waktu.




anggiapriyana

Aku, Cinta, dan Dakwah



Ada apa dengan aku?
Ada apa dengan cinta?
Ada apa dengan dakwah?
Ada apa dengan kami bertiga?

Hari ini apalagi hari yang telah terjadi, masih ada jarak yang memisahkan kami bertiga. Kami yang tak saling berkenalan apalagi bertegur sapa. Walaupun kami selalu berjumpa lewat apa-apa yang kadang kami berpura untuk tidak mengetahuinya. Kami yang seakan bermusuhan padahal bersaudara. Jangan tanyakan kenapa, aku juga tidak tahu pasti jawabannya.
Saat ini, aku mulai berkenalan dengan mereka berdua. Perkenalan alay ala abege-abege kebanyakan. Kesininya, kami mulai mencoba untuk mengeti satu sama lain. Mencoba membuat ukhuwah antara aku, cinta, dan dakwah. Seperti hakikatnya ukhuwah, butuh perjuangan, pengorbanan, pengertian, keikhlasan, dan segala macam jenis lainnya.
Kami memulai persaudaraan ini dengan perlahan, hari per hari, hingga tumbuh ‘ukhuwah’ itu. Sampai di satu saat aku mulai dekat dengan dakwah. Dakwah yang tiap hari merasuki aku lewat kelembutannya, lewat kemuliaannya. Tak jarang aku mulai jenuh untuk terus bersama dakwah. Bosan itu mulai menggelayuti aku yang berusaha menjauh dari dakwah. Tapi hatiku terhenti saat aku menemukan janji dakwah yang dikirimkan oleh Penguasa dalam Surat Ibrahim ayat ke 6. Liriknya begitu mendebarkan jantung yang sudah lama tak berdetak. Janjinya pasti dan tak mungkin di ingkari. Letih dan jenuh itu mendadak sirna. Aku semakin ingin terus bersama dakwah, kapanpun-dimanapun.
Jantungku berdetak semakin cepat melebihi efek kafein (read: disko) setiap harinya. Kali ini cinta mulai muncul. Ia hadir setiap waktu dan membuat aku semakin menggila. Aku kini seperti pecandu, pecandu cinta dan dakwah. Candunya bisa-bisa membunuh aku yang tak tau berapa kadar dosis yang harus kutelan tiap harinya. Aku bahkan tidak bisa lepas dari cinta, tidak bisa lupa memikirkan dakwah. Walaupun sesekali aku berfikir tentang aku yang tidak ada apa-apanya dibanding mereka.
Jiwaku kini penuh, fikir dan hatikupun terisi oleh cinta dan dakwah yang rasanya telah mengalir bersama dalam aliran darah. Darah-darah yang haus dan selalu merindukan cinta dan dakwah untuk terus mengalir bersamanya. Melengkapi darah agar dapat aku gunakan untuk memenuhi kebutuhanku.
Sesekali aku jenuh. Cinta ini terlalu menggerogoti aku yang tidak kokoh. Ukhuwah ini mulai tercemar. Aku tanpa sadar merusak ukhuwah yang telah aku bangun bersama mereka hanya karna futur yang tak henti-hentinya membisiki aku tentang kebahagian semu yang begitu menggoda (dan aku berhasil tergoda). Aku mulai melupakan Penguasa yang sejatinya selalu mengawasi aku lewat pengawalnya yang tak pernah pergi meninggalkan aku sendirian. Tak peduli aku sendiri, berdua, bertiga, berempat, bersekian. Tak peduli aku tertawa, tersenyum, menangis, mengumpat, menghujat, bahkan melupakan bahwa ada pengawal di sampingku.
Ukhuwah ini mulai terasa berat. Meskipun para penasehat tak henti-hentinnya menamparku jika aku mulai letih bersama cinta dan dakwah. Aku mulai lupa akan surat penguasa yang kemarin menggetarkan jantungku. Aku lupa semua kisah bersama dakwah dan cinta yang mampu membuat aku tersenyum kala air mata mulai jatuh. Aku yang mendadak lupa akan perjalanan ukhuwah yang dengan perlahan aku coba bentuk. Bahkan, aku tergoda oleh futur yang baru saja muncul untuk menghancurkan ukhuwah yang terjalin ini. Ah, aku rapuh sekali.
Bodohnya, aku hampir lupa bahwa pengawal-pengawal ini terus mengawasi gerak-gerikku, tak luput sedetikpun utuk dilaporan pada Penguasa nanti. Aku lupa akan surat-surat penguasa yang biasanya menjadi peneduh, penenang, dan pedoman dalam aku menjalani hidup ini. Ia mulai memanggilku, mengajak aku untuk berpelukan dengan kasih penguasa. Aku bersyukur, sang Penguasa masih mau menerimaku. Masih mau merangkul aku yang sesekai khilaf melupakanNya.
Lagi-lagi, surat cinta penguasa ini mampu meracuniku, membius aku untuk terus bertahan dalam ukhuwah yang indah ini. Aku masih ingat janjiNya, jika aku melancarkan  visi misinya, maka Ia akan membantuku. Dan lagi, aku terbunuh oleh ukhuwah atas cinta dan dakwah.


Dari aku.
Aku yang semakin rindu untuk terus berpegangan.
Merangkul dan berjalan bersama cinta dan dakwah.



anggiapriyana